Selipan Cinta Post-it

Standard

Beberapa hari ini saya sedang mencoba satu cara katakan cinta. Cara yang lebih eksplisit untuk menyatakan rasa sayang kepada anak-anak. Tapi sebenarnya tujuannya tidak hanya sekedar rasa sayang dan cinta saya. Harapan saya juga memupuk rasa cinta dan sayang kami kepada Allah dan Rasul-Nya.

JpegSetiap hari, saya harus menyiapkan bekal sekolah untuk anak-anak. Di tempat makan masing-masing anak saya tempelkan pesan tulisan tangan saya, sebagai surprise buat anak-anak. Tulisan itu ditulis di kertas post-it sehingga lebih mudah di tempel. Tadinya saya hanya ingin menuliskan sesuatu tentang mereka saja, apa yang mereka akan pelajari hari itu, atau sesuatu tentang apa yang terpikir saat itu tentang anak-anak. Tapi saya ingat, di facebook saya sering bersliweran hadist-hadist yang diposting oleh islampos. Banyak hadist yang di posting hadist-hadist yang sudah sering saya baca, hadist-hadist yang populer. Tapi ada hadist-hadist yang baru saya baca dari posting islampos tersebut, hadist-hadist yang jarang beredar. Setiap saya temukan hadist yang semacam itu saya simpan dalam bentuk foto capture. Cita-cita saya ingin membuat hiasan di rumah yang berisi hadist-hadist tersebut. Saya pikir, salah satu cara saya menyampaikan ajaran rasulullah bisa melalui pesan post-it tersebut dengan menuliskan hadist tersebut beserta pesan cinta saya.

Pesan post-it kepada Aisha ttg berenang

Pesan post-it kepada Aisha ttg berenang

Jadi setiap hari saya tuliskan hadist yg ingin saya sampaikan di pesan post-it tersebut. Setiap anak mendapat pesan yang berbeda. Kadang berkaitan dgn agenda pelajaran anak-anak hari itu. Misalkan ketika Aisha ada jadwal berenang di sekolah, maka saya tuliskan tentang sunnah rasulullah tentang berenang. Atau bisa juga ketika saya temukan hadist yang menarik, maka saya tuliskan tentang hadist tersebut.

JpegReaksi anak-anak? Ada hari ketika mereka berkata mereka senang membaca pesan post-it tersebut, bahkan berusaha untuk melakukannya. Seperti ketika saya menuliskan tentang salah satu cara bersyukur kepada Allah dengan diberi rizki makanan adalah dengan berbagi, Abdan melakukannya dengan membagi bekal snack-nya kepada teman-temannya, sedangkan Aisha berusaha bersyukur dengan menghabiskan makanannya dan tidak menyisakannya karena tidak mau membuang makanan. Ada hari juga ketika mereka sama sekali tidak bercerita apa-apa tentang pesan post-it.

Harapan saya, semoga saya berhasil “menyentuhkan” ajaran Allah dan Rasulnya kepada anak-anak, seraya menyemangati untuk menerapkannya di kegiatan sehari-hari mereka.

Curhat kepada Allah ya nak..

Curhat kepada Allah ya nak..

About Rika

Bunda 3 anak yang mudah-mudahan selalu bersemangat belajar. Sedang hobi memasak, terutama memasak kue. Suka membaca dan menulis. Saat ini, sedang berusaha bergulat menyeimbangkan antara pekerjaan rumah sehari-hari tanpa asisten rumah tangga dan meng-home education-kan ketiga anaknya, Abdan Syakuro, Aisha Ain Al Saba dan Aqilla Ibtihal Imani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s