Kamu Lelaki Tidak Pengecut

Standard

siluet-suami-istri-ikhwan-akhwat-matahari

Kupandangi wajahnya, penuh dengan beban. “Apa yang bisa aku bantu?” Dia hanya tersenyum lalu terdiam, dan tenggelam lagi dalam pikirannya. Menyibukkan pikirannya sambil menonton TV, atau mengalihkannya dengan bercanda dengan anak-anak. Aku tahu, biasanya soal pekerjaan. Jadi memang aku tidak bisa membantu tentang itu. Tapi aku bisa membuatnya nyaman, setidaknya di rumah. Maka setiap pagi jikalau sudah ku dengar dia batuk-batuk, maka aku tahu itu saatnya aku menjerang air untuk membuat teh manis. Sarapan berusaha ku siapkan, semua baju untuk kerja telah tersedia, dia tinggal memilih ingin pakai baju yang mana. Dia adalah prioritas utama, bersisian dengan anak-anak.Β 

Doa terpanjatkan selalu untuknya, doa setulus-tulusnya, entah dia meminta atau tidak. Bahkan aku sering mendapati doa meluncur begitu saja, ketika melihat raut wajahnya cemas, atau gelisah, atau gembira. Aku minta berikanlah kemudahan kepada dia ya Allah, ketika dia terlihat susah. Aku bersyukur atas gembiranya, dan aku gembira bersamanya.

Hatiku telah tertaut, terikat padanya karena janjinya. Janji yang selalu berusaha dia tepati, hingga detik ini. Dia yang gagah berani menawarkan janji itu, janji yang awalnya di pegang oleh ayahku, untuk di tanggung di pundaknya. Dia memang bukan lelaki pengecut. Dan dia pembukti ucapannya.

“Aku ingin berhenti bekerja. Aku ingin fokus mendidik anak-anak.” Kata-kata itu meluncur dariku 4 tahun lalu, dan kulihat dia tidak pernah menolak. Padahal, aku mengerti bebannya saat itu. Tapi aku tidak bisa memalingkan nurani ini. Dan dia mengerti gelisahku. Dia sambut tantangan itu, lelaki gagah beraniku.

Maka setiap suapan makanan yang masuk ke mulutku adalah hasil keringatnya. Setiap waktuku bersama anak-anak adalah karena kerja kerasnya. Setiap rasa kelegaan dan kenikmatan terlindung dalam rumah yang aman dan nyaman ditebus dengan kelelahannya.

Kamu memang lelaki tidak pengecut. Itu yang akan ku katakan pada Rabb-ku, di hari persaksian kelak.

Gambar

About Rika

Bunda 3 anak yang mudah-mudahan selalu bersemangat belajar. Sedang hobi memasak, terutama memasak kue. Suka membaca dan menulis. Saat ini, sedang berusaha bergulat menyeimbangkan antara pekerjaan rumah sehari-hari tanpa asisten rumah tangga dan meng-home education-kan ketiga anaknya, Abdan Syakuro, Aisha Ain Al Saba dan Aqilla Ibtihal Imani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s