Monthly Archives: February 2015

Kamu Lelaki Tidak Pengecut

Standard

siluet-suami-istri-ikhwan-akhwat-matahari

Kupandangi wajahnya, penuh dengan beban. “Apa yang bisa aku bantu?” Dia hanya tersenyum lalu terdiam, dan tenggelam lagi dalam pikirannya. Menyibukkan pikirannya sambil menonton TV, atau mengalihkannya dengan bercanda dengan anak-anak. Aku tahu, biasanya soal pekerjaan. Jadi memang aku tidak bisa membantu tentang itu. Tapi aku bisa membuatnya nyaman, setidaknya di rumah. Maka setiap pagi jikalau sudah ku dengar dia batuk-batuk, maka aku tahu itu saatnya aku menjerang air untuk membuat teh manis. Sarapan berusaha ku siapkan, semua baju untuk kerja telah tersedia, dia tinggal memilih ingin pakai baju yang mana. Dia adalah prioritas utama, bersisian dengan anak-anak.ย 

Doa terpanjatkan selalu untuknya, doa setulus-tulusnya, entah dia meminta atau tidak. Bahkan aku sering mendapati doa meluncur begitu saja, ketika melihat raut wajahnya cemas, atau gelisah, atau gembira. Aku minta berikanlah kemudahan kepada dia ya Allah, ketika dia terlihat susah. Aku bersyukur atas gembiranya, dan aku gembira bersamanya.

Hatiku telah tertaut, terikat padanya karena janjinya. Janji yang selalu berusaha dia tepati, hingga detik ini. Dia yang gagah berani menawarkan janji itu, janji yang awalnya di pegang oleh ayahku, untuk di tanggung di pundaknya. Dia memang bukan lelaki pengecut. Dan dia pembukti ucapannya.

“Aku ingin berhenti bekerja. Aku ingin fokus mendidik anak-anak.” Kata-kata itu meluncur dariku 4 tahun lalu, dan kulihat dia tidak pernah menolak. Padahal, aku mengerti bebannya saat itu. Tapi aku tidak bisa memalingkan nurani ini. Dan dia mengerti gelisahku. Dia sambut tantangan itu, lelaki gagah beraniku.

Maka setiap suapan makanan yang masuk ke mulutku adalah hasil keringatnya. Setiap waktuku bersama anak-anak adalah karena kerja kerasnya. Setiap rasa kelegaan dan kenikmatan terlindung dalam rumah yang aman dan nyaman ditebus dengan kelelahannya.

Kamu memang lelaki tidak pengecut. Itu yang akan ku katakan pada Rabb-ku, di hari persaksian kelak.

Gambar

Advertisements

The 1st Project Bersama Keluarga ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Standard

Alhamdulillah, project bersama keluarga pertama yaitu membereskan tumpukan buku diteras rumah terselesaikan hari ini. Satu hal yang terasa oleh saya, project bersama ini memberikan rasa lega tersendiri karena biasanya merasa sendirian dalam mengerjakan sesuatu, sekarang merasa bahwa kerja itu bisa mengandalkan tim. Saya jadi lebih optimis untuk mengajak tim menggarap project-project bersama lagi ๐Ÿ˜„

Memang ada saat-saat ketika anak-anak mengeluh capek dan ingin main, jadi harus diingatkan dengan komitmen bahwa kita sama-sama bekerja, nanti kalau sudah selesai kita sama-sama beristirahat, semua anggota tim.

Ketika project selesai, ayah sebagai kepala project mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua anggota tim sehingga project ini selesai dengan baik. Project bersama ditutup dengan family hug alias pelukan bareng seluruh anggota keluarga ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

[Tips] Cara Saya Membangunkan Anak-Anak untuk Sholat Subuh

Standard

Pada meeting keluarga kemarin, untuk program bangun subuh, sudah disepakati hal-hal sebagai berikut:ย 

1. Bangun subuh sekitar jam 04.00-04.30 (kurang lebih).

2. Kakak dan ayah pergi sholat subuh di musholla, sedangkan Aisha, Aqilla dan bunda sholat di rumah.

3. Ayah dan bunda akan membantu untuk membangunkan, tapi harus di ingat bahwa bangun sholat subuh itu kewajiban masing-masing. Jadi kalau bunda dan ayah membantu membangunkan, anak-anak tidak boleh marah. Karena membantu lho, justru harus berterima kasih.

4. Ayah dan bunda akan membantu membangunkan dengan cara menuntun anak yang sudah besar (Abdan dan Ais) dan ย menggendong anak yang masih kecil (Aqilla) untuk di dudukkan di kursi kecil. Maksudnya di dudukkan di kursi kecil adalah duduk sementara agar bisa berusaha menghilangkan ngantuk sambil menunggu giliran ke kamar mandi untuk wudhu. Kursi kecilnya hanya nyaman untuk duduk tapi tidak nyaman untuk bersandar jadi anak-anak tidak bisa tertidur kembali, hihihi… ๐Ÿ˜

masih ada penampakan orang ngantuk, hihihi...

masih ada penampakan orang ngantuk, hihihi…

[Milestone] Meeting Keluarga Perdana

Standard

Alhamdulillah, hari ini berhasil meeting keluarga yang pertama. Hal yang di diskusikan kali ini adalah tentang rutinitas pagi, siang, sore dan malam untuk anak-anak dan kesepakatan untuk menjalankan rutinitas tersebut.

Program yang baru adalah bangun subuh, dilanjut tilawah dan muroja’ah serta mengerjakan chores pagi sebelum berangkat sekolah.

Program baru yang ย lain adalah project bersama, yaitu mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga. Untuk minggu ini project bersama kami adalah membereskan tumpukan buku di teras yang sudah beberapa minggu ini terabaikan. Ayah mengajukan diri sebagai kepala project, dan yang lain akan belajar dari ayah, karena rencananya akan ada pergiliran kepala project untuk project bersama lainnya.

2015-02-19_17.11.08