Status Facebook

Standard

Malang melintang di dunia facebook membuat saya akrab dengan status-status. Ada status serius, bercanda, lucu, pernyataan sikap, marah, bingung dan beragam lagi. Ragamnya pun bisa berjuta lagi, sesuai dengan apa yang menjadi perhatian masing-masing usernya pada saat itu.

Sedikit banyak, status-status ini mempengaruhi gambaran tentang orang tersebut di pikiran saya. Karena kebanyakan teman-teman facebook saya adalah orang-orang yang sudah sekian lama tidak bertemu, atau malah tidak pernah bertemu sama sekali. Hanya kenal di facebook. Kalau saya pikir wajar saja kalau status-status tersebut mempengaruhi penggambaran saya terhadap orang tersebut karena hanya itulah yang saya “temui”. Hanya itulah “kabar” mereka. Maka ketika nama orang itu disebut, yang tergambar di otak saya adalah status-status mereka yang pernah saya baca di facebook. 

Saya pernah di hubungi salah satu teman di facebook yang bertanya tentang pendidikan anaknya, karena saya rajin buat status dengan link-link tentang pendidikan anak. Berarti, status facebook itu memang sedikit banyak mempengaruhi pikiran orang terhadap kita. Kalau saya membaca status orang yang secara rutin isinya penuh dengan kata-kata baik, misalnya ayat-ayat Al Qur’an, maka yang tergambar dipikiran saya adalah orang tersebut baik, taat, sholeh, dan sebagainya yang baik-baik. Nah, jika status yang dibuat sebaliknya? maka gambarannya pun menjadi sebaliknya.

Memang seringkali, status facebook itu adalah ungkapan hati. Yang sedang ingin mengucap ulang tahun kepada ibunya misalnya, membuat status tentang itu di facebook. Padahal, bisa jadi ibunya tidak ada di friendlistnya, malah mungkin ga tahu facebook sama sekali😀. Atau ada yang curhat kangen dengan si dia, memajang status tentang rasa kangennya itu di facebook. Kalau yang menurut saya kurang pas, jika sedang berselisih dengan seseorang atau malah suami, membuat status yang berisi caci maki. Hadeehhh… seisi dunia jadi tahu tentang permasalahannya, padahal yang di tuju hanya ke satu orang itu.

Kalau menurut saya, jika ibunya berulang tahun ya tidak apa-apa jika di “status” di facebook, jadi kan banyak yang mendoakan. Tapi jangan sampai lupa bilang juga ke orangnya langsung, kalau memang beliau tidak punya akun facebook. Yang sedang bermasalah dengan suami, rasanya membuat status di facebook tentang itu akan lebih mengundang lebih banyak persoalan, terutama persoalan yang bersumber dari kesalahpahaman karena ketidak utuhan cerita. Apalagi kalau di friendlist kita ada mertua atau adik/kakak ipar, waduh, cerita bisa jadi lebih runyam. Rasanya lebih solutif, jika permasalahan di bicarakan langsung dengan suami tercinta, atau orang terdekat jika memang  perlu bantuan. Lebih sedikit orang tahu, lebih baik.

Untuk yang lain yang ungkapannya lebih pribadi seperti kekesalan terhadap seseorang, coba deh di rubah settingan statusnya. Kalau anda bisa lihat ketika kita akan posting status ada tombol yang bertuliskan “Public“, jika di klik maka akan keluar drop down menu tentang siapa saja yang bisa membaca status kita. Kita bisa setting ke public, friends, only me, family atau bahkan bisa custom. Untuk custom kita bisa mengatur satu atau dua orang saja yang kita tuju, tanpa orang lain perlu tahu dan orang yang dituju pun tidak tahu bahwa hanya dia sebenarnya yang dituju. Begitu lebih bijak, menurut saya.

Berhati-hati dengan status facebook kita lebih baik, karena itu bisa mempengaruhi penilaian orang terhadap kita. Memang ini penilaian setipis kulit ari, judging a book by its cover. But still, inilah kenyataan yang terjadi. Idealnya memang kita bertemu orangnya, sehingga mungkin kita bisa mengetahui kelengkapan dari cerita, baik memang ceritanya langsung maupun dari bahasa yang tidak bisa tertuliskan, seperti sikap dan ekspresi orangnya.  Dengan begitu kesalahan penilaian bisa lebih dapat dihindari. Namun seringkali, ini sulit dilakukan karena berbagai alasan. Jadi, please, hati-hati ya dengan status facebook kita.

gambar dari blakedeath

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s