Program Belajar Bahasa Tahun ini

Standard

Tahun ini, ada dua bahasa yang ingin saya pelajari. Yang pertama bahasa Arab dan yang kedua bahasa pemrograman. Keduanya rencananya akan dilakukan online, via internet.

Kenapa bahasa Arab?

Saya merasa perlu mempelajari bahasa Arab karena ingin belajar tentang Al Qur’an lebih dalam dari sekedar membacanya saja. Sebenarnya dulu sudah pernah belajar, tapi kurang serius, jadinya hasilnya juga tidak serius😛 . Setelah mengaji lama baru merasa bahwa memahami bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur’an adalah penting dalam rangka memahami Al Qur’an secara lebih utuh dan sesuai konteks. (Hadeuhh.. kemana aja neng..?)

Kenapa bahasa pemrograman?

Sebenarnya belajar tentang bahasa pemrograman baru saja terpikir ketika ada teman di facebook yang memposting link tentang codecademy. Situs ini mengajarkan step by step bahasa pemrograman Java Script. Lebih mudah untuk pemula seperti saya yang buta sama sekali tentang programming. Saya mencoba pelajaran yang pertamanya, Getting Started with Programming, sekarang sudah masuk lesson 9. Sepanjang ini saya cukup mengerti, tapi memang lebih mudah jika ada yang menjelaskan langsung. Apalagi jika kode yang dimasukkan salah, sering bingung sendiri dimana salahnya. Untung ada dosen pribadi yang bisa stand by ditanya-tanya. Dengan penjelasannya, saya jadi tidak tersesat dan putus asa karena frustrasi. Thank you honey bunny sweetty my programmer hubby😀. Untuk anda yang ingin belajar tapi khawatir frustrasi karena bingung juga, katanya sih ada forumnya dimana bisa tanya-tanya. Tapi ini saya belum pernah coba, jadi cari sendiri ya..😉

Alasan yang lain, I’m thinking about the possibility of career change.  Oh yeah?!  Yea, really. Saya sedang mencari alternatif penghasilan dimana bisa mencari uang tanpa meninggalkan rumah. Saya butuh kerja yang mobile (hihihi.. semboyannya MLM sekali, jadi inget jebakan MLM Soleh Solihun :D). Pertimbangannya tentu saja anak-anak. Mereka adalah prioritas utama saya sejak mereka dilahirkan, namun sempat tergeser ketika saya harus bekerja diluar rumah. Saya menaruh kembali mereka menjadi prioritas utama saya ketika saya berhenti bekerja, dan saya tidak ingin menggesernya lagi dari posisi itu walau saya tetap berusaha mencari tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kenapa via internet?

Pertama, saya bokek, hahahaha..😀. Untuk saat ini belum ada budget untuk kursus di lembaga. Ada sih kawan yang menawarkan mengajari bahasa Arab, kemungkinan sepertinya bisa gratis. Tapi lokasi rumahnya lumayan jauh, saya di Depok, beliau di Tanah Kusir. Selain pastinya harus keluar ongkos, juga menyita waktu yang lumayan banyak untuk perjalanan.

Kedua, sebagai seorang ibu yang mempunyai balita, pergi keluar rumah adalah suatu kegiatan yang harus dipersiapkan dengan matang. Jika anak akan ditinggal, kepada siapa nanti anak-anak akan dititipkan. Memang ada ibu saya, tapi ibu saya juga seringkali ada acara sendiri. Atau ketika ibu saya available, saya tidak tega dan tidak enak menitipkan anak bungsu saya yang masih 2 tahun karena masih sering rewel dan merepotkan. Jika si bungsu dibawa, lebih panjang lagi pertimbangannya. Perjalanan yang jauh seringkali menimbulkan ketidak nyamanan anak-anak. Belum lagi resiko sakit karena sedang musim hujan. Dan bila akhirnya pun sudah selamat sampai tujuan, tidak jadi jaminan kalau saya bisa tenang belajar. Biasa, anak kecil dan lingkungan baru seringkali tidak cocok. Bisa jadi saya hanya sibuk mengurusi anak saya yang rewel dan tidak bisa berkonsentrasi belajar. Jadi tidak bisa tercapai tujuannya.

Ketiga, terus-terang saya penasaran, apakah belajar via internet terutama untuk pelajaran yang materinya banyak dan bertingkat itu benar-benar bisa dilakukan ? Sebenarnya pertanyaannya adalah, apakah bisa dilakukan oleh saya ?😀. Pastinya ada perubahan pola belajar dari sekolah dulu, dari biasa disuapi sekarang harus aktif mencari sendiri. Belum lagi harus disiplin, jika ingin benar-benar berhasil. Honestly, I’m not that great with that discipline thing😦. Tapi pelajaran yang ada di internet terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Apalagi sekarang sudah ada universitas yang bisa mengkonversikan kredit belajar sehingga kita bisa mendapatkan sertifikat/ijazah hanya dengan kuliah online. Universitasnya di luar negri dan bonafide pula. Walaupun pastinya harus bayar juga, namun tidak semahal jika kita kuliah non online. I think it’s really worth to try, don’t you think?

Keempat, saya ingin agar anak-anak tahu, di usia berapa pun juga, kita tidak pernah berhenti belajar. Jika satu hal sudah dipelajari, masih banyak hal lain yang bisa kita pelajari. Bisa jadi saya lebih tahu dari mereka di satu hal, belum tentu di hal lain. Makanya saya tetap belajar untuk hal-hal lain yang saya rasa perlu saya ketahui, dan mereka juga seharusnya begitu.

Harapan saya, semoga kedua hal yang ingin saya pelajari tersebut bisa terlaksana dengan sukses. Amin, amin.. semoga…

foto dari ahmadakbarf.com

About Rika

Bunda 3 anak yang mudah-mudahan selalu bersemangat belajar. Sedang hobi memasak, terutama memasak kue. Suka membaca dan menulis. Saat ini, sedang berusaha bergulat menyeimbangkan antara pekerjaan rumah sehari-hari tanpa asisten rumah tangga dan meng-home education-kan ketiga anaknya, Abdan Syakuro, Aisha Ain Al Saba dan Aqilla Ibtihal Imani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s