Pembelajaran tentang Tujuan Hidup

Standard
image

Holy Quran

Kemarin seusai sholat Dzuhur, terpikir olehku untuk mengajak Abdan ngobrol. Sudah agak lama rasanya kami berdua tidak ngobrol panjang dan asyik. Maklum, selalu ada tim rame adik-adiknya yang selalu membutuhkan perhatian saat itu juga, sehingga acara mengobrol biasanya hanya berlangsung pendek. Alhamdulillah, adik-adiknya sedang tidur siang, sehingga keadaan aman terkendališŸ™‚.

Kebetulan aku harus masak menyiapkan makan siang, ku putuskan untuk meminta bantuanĀ  Abdan sambil mengajak ngobrol. Sambil memotong tempe, Abdan dan aku membicarakan macam-macam. Dari ngobrol macam-macam, terbetik dibenakku untuk membahas tentang tujuan hidup. Topik agak berat untuk umur 7 tahun, tetapi ya coba saja. Kalau belum paham, diulang lagi lain kali. Lagipula memang topik ini menurutku memang harus diulang-ulang, untuk mengingatkan sekaligus pendalaman materišŸ˜‰.

Aku memulai dengan pertanyaan, “Tahu ga kakak kalau kakak itu hidup di dunia punya tujuan?” Abdan menggeleng. Lalu dia bertanya, “Oh.. tujuan itu mission ya bunda, kaya yang di PS (Play Station)?” Wah, aku tidak menyangka mendapatkan sisi baik dari PS untuk memudahkan pembicaraan inišŸ˜›. Aku menjawab, “Iya betul. Nah, tujuan kakak dan semua manusia itu kata Allah untuk menjadi hamba Allah. Ada tuh di Quran, kata Allah tidak Kuciptakan manusia dan jin melainkanĀ  untuk menjadi hambaKu. Bagaimana sihĀ  menjadi hamba Allah? Ya dengan mengikuti petunjuk Allah. Apa sih petunjuk Allah itu? Al Quran dan sunnah Rosul itu petunjuknya. Kan kakak tahu, kalau kakak main PS pasti kakak baca dulu kan apa sih missionnya, trus bagaimana sih caranya supaya mission berhasil. Sama aja, Al Quran juga begitu, ngasih petunjuk. Nah, kalau mau tahu petunjuknya, berarti kita harus bisa baca Quran kan. Nah itu, tujuan kakak belajar Iqro, supaya kakak bisa baca Quran. Nah, karena Quran bahasa Arab, kakak kan susah ngertinya. Nah, tugas kakak yang kedua, belajar bahasa Arab. Jadi kakak ngerti Qurannya. Coba kalau kakak ga ngerti, mana bisa tahu mana yang benar atau salah”. Abdan lalu menimpali, “Iya ya bun, nanti bisa mission failed ya…”šŸ˜€.

Pembicaraan tentang tujuan hidup hanya terbatas sampai disitu. Sepanjang membahas hal itu sebenarnya seringkali Abdan tidak fokus, tiba-tiba meloncat membahas hal lain yang kadang tidak nyambung dengan apa yang sedang dibahas. Biarlah, yang penting pintu gerbang sudah dibuka. Nanti tinggal dilanjutkan lagišŸ˜‰. Kan memang harus diulang dan harus ada pendalaman materi. Untuk saat ini mudah-mudahan ada yang nempel sedikitlah. Atau kalau tidak, ya.. pengulangan sambil pendalaman materi hehehehe…šŸ˜€.

foto dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s