Belajar di Rumah Terstruktur : Hari 1

Standard

Kemarin adalah hari pertama penerapan homeschooling yang lebih terstruktur bagi Aisha. Terstruktur dalam arti sudah ada kurikulum yang kami coba ikuti dalam rentang waktu tertentu dengan materi-materi yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk kurikulum, saat ini aku mencoba kurikulum preschool dari Talibiddeen.Jr. Bahan-bahan ajarnya juga aku ambil dari situ. Untuk kurikulum preschool perminggunya bisa di download di sini. Sebenarnya tadinya aku ingin menggunakan kurikulum kindergartennya, tapi aku lihat untuk Aisha masih kurang sesuai. Aku khawatir dia terlalu kaget dan tidak bersemangat kalau menemui kesulitan di awal seperti ini. Untuk sementara ini, tujuannya agar Aisha lebih percaya diri dengan belajarnya, sehingga menimbulkan semangat.

Alasan aku memilih homeschool yang lebih terstruktur adalah Aisha kelihatan sudah ingin “sekolah”. Ingin sekolah dalam arti sepertinya dia sudah ingin menulis dibuku dan mengerjakan tantangan soal berhitung, maupun mengerjakan yang lain secara tertulis. Aku lihat juga sebenarnya  dia sudah bisa diam tenang dan tekun mengerjakan sesuatu. Seringkali dia menyodorkan buku matematika kelas 1 bekas kakak Abdan, dan meminta mengerjakan soal-soal disitu. Aku selalu pilihkan soal-soal yang bergambar dan hanya sebatas berhitung sederhana agar dia tidak merasa kesulitan. Seringkali jika sudah mengerjakan satu set soal, aku tawarkan untuk diteruskan besok lagi karena khawatir dia akan terlalu bosan. Begitu juga jika kami belajar membaca Iqro cukup satu halaman sekali baca, kadang jika dia sudah bosan kami hentikan saja ditempat dimana dia ingin berhenti. Aku mencoba berhati-hati karena memang penekanan untuk pembelajaran seusia Aisha titik beratnya belum disitu.

Pilihan kurikulum jatuh kepada Talibideen. Jr karena yang pertama materinya full dengan materi keislaman. Apalagi materi awalnya tentang mengenal Allah. Materi yang aku sangat sependapat untuk diperkenalkan pertama kali kepada anak-anakku. Karena memang tujuan akhir pendidikan di keluarga kami adalah Insya Allah agar kami bisa menjalankan apa yang telah di perintahkan Allah dalam Al Quran. Maka dari itu mengenal Allah adalah hal pertama dan terpenting. Yang kedua, di  Talibideen. Jr di terangkan secara terperinci dan detail tentang teknis cara mengajar dan mempersiapkan bahan. Hal ini yang membuat aku sangat terbantu untuk memahami materi yang ada, cara mengajarkannya dan persiapan bahan-bahan mengajar lainnya. Untuk hari pertama kemarin, aku masih mengikuti sama persis dengan yang ada dikurikulum tersebut. Untuk hari ini, rasanya aku ingin menambahkan satu buku yang sudah kami punya, tapi relevan dengan tema minggu ini. Buku seri Thank You Allah terbitan Dar! Mizan berjudul Alhamdulillah, Allah Menciptakan Api karangan Iwan Yuswandi dan Nur Cililia. Mungkin dari situ akan aku coba kembangkan ke science yang berkaitan dengan api, atau yang lainnya. Walaupun sebenarnya aku ingin sekali agar bulan ini ada bahasan tentang haji dan Iedul Adha karena sesuai dengan bulannya. Apalagi Nenek sedang pergi haji, sehingga aku pikir pas sekali jika tema itu kami pelajari bulan ini. Mungkin nanti aku akan berusaha untuk “mengaitkan” sehingga temanya ada sub bahasan tentang haji dan Iedul Adha. Oh iya, karena kemarin aku baru mendapat link murottal anak di http://english.islamway.com, aku mencoba untuk memperdengarkannya surat An Nasr ke Aisha. Sebenarnya semua mendengarkan sih, karena di putar di Windows Media Player dan disambungkan ke speaker. Jadi Aqilla yang menyangka itu lagu juga ngikut-ngikut menutur, hehehe… Pastinya belum jelas kata-kata yang keluar dari mulutnya🙂. Menurut aku, murottal ini lebih menarik karena formatnya ada seorang guru yang membaca surat tersebut, lalu sekumpulan anak-anak mengikutinya ayat-per ayat. Jadi membuat kita yang mendengarkan ingin ikut menutur mengikuti pembacaannya. Untuk Aisha, aku agak terkejut juga melihat perkembangannya. Dalam beberapa jam memutar murottal surat An Nasr tersebut dia sudah mengikuti beberapa kata. Pagi ini aku putar lagi, Aisha sudah mengikuti  satu surat walaupun ada beberapa kata yang masih salah. Alhamdulillah..🙂 Mungkin nanti aku mau coba apakah Aisha bisa membacanya tanpa mengikuti murottal tersebut.

Untuk hari pertama, pelajarannya adalah Language Art dan Islamic Studies. Untuk Language Arts kita mempelajari tentang kata “Allah”. Alhamdulillah Aisha sepertinya tidak menemukan kesulitan berarti. Dia sudah bisa mencapai target pelajaran hari itu diantaranya mengenali huruf-huruf apa saja yang membentuk nama Allah dalam bahasa Indonesia, terdiri dari berapa buah huruf, dan bisa menuliskannya. Pertama aku menuliskan kata Allah di buku gambarnya dengan spidol besar, lalu mengatakan ini adalah tulisan Allah. Huruf-hurufnya terdiri dari A, l, l, a, h. Aku coba menunjukkan masing-masing huruf lalu meminta Aisha menyebutkan huruf-hurufnya. Lalu aku membuat kartu-kartu yang berisi masing-masing huruf yang menghimpun nama Allah. Aku membuatnya dari karton bekas sereal. Fotonya seperti ini :

kartu huruf dan penampakan belakang

Lalu aku membuat worksheet yang isinya sekumpulan kata-kata yang diawali dengan huruf A, terdiri dari beberapa kata Allah dan beberapa kata yang lain. Tugas Aisha adalah melingkari kata Allah didalam worksheet tersebut. Penampakan worksheetnya seperti ini :

Worksheet kata "Allah"

untuk yang membutuhkan softcopy dari worksheet di atas, bisa di download disini.

Islamic Studies membahas tentang Allah Tuhanku. Memberi pengertian bahwa Allah adalah Tuhan. Tuhan itu apa sih? Tuhan adalah yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu. Aku menerangkan kepada Aisha bahwa Allah Tuhan kita yang menurunkan hujan, memberi panas, dan menciptakan seisi dunia. Aku minta Aisha menyebutkan hewan apa saja yang diciptakan Allah, buah apa saja yang diciptakan Allah, dsb. Aku juga membuat kartu besar, bekas karton sereal juga bertuliskan Allah, Tuhan, Ku, dan Allah Tuhanku. Jadi terdiri dari 4 kartu. Tujuannya untuk mengenalkan kata Tuhan, juga memperkenalkan penyusunan kalimat Allah Tuhanku. Untuk yang terakhir ini aku belum sempat mengajarkan kemarin, karena baru buat 2 kartu karton serealnya habis🙂.  Jadi, mungkin hari ini akan kami coba. Penampakan kartu sebelum dipotong seperti ini :

Kartu Kalimat Allah Tuhanku

Demikianlah cerita hari pertama. Aku berharap kami bisa konsisten mengerjakan ini dan tentu saja mengerjakan dengan gembira. Selain itu kami juga sambil menilai apakah bentuk dan kurikulumnya cocok dengan kami. Kalau tidak, ya tentu saja sangat fleksibel untuk ditambah atau dikurangi atau bahkan berubah total, hehehe…😀

About Rika

Bunda 3 anak yang mudah-mudahan selalu bersemangat belajar. Sedang hobi memasak, terutama memasak kue. Suka membaca dan menulis. Saat ini, sedang berusaha bergulat menyeimbangkan antara pekerjaan rumah sehari-hari tanpa asisten rumah tangga dan meng-home education-kan ketiga anaknya, Abdan Syakuro, Aisha Ain Al Saba dan Aqilla Ibtihal Imani.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s