Monthly Archives: October 2011

Pembelajaran tentang Tujuan Hidup

Standard
image

Holy Quran

Kemarin seusai sholat Dzuhur, terpikir olehku untuk mengajak Abdan ngobrol. Sudah agak lama rasanya kami berdua tidak ngobrol panjang dan asyik. Maklum, selalu ada tim rame adik-adiknya yang selalu membutuhkan perhatian saat itu juga, sehingga acara mengobrol biasanya hanya berlangsung pendek. Alhamdulillah, adik-adiknya sedang tidur siang, sehingga keadaan aman terkendali :-).

Kebetulan aku harus masak menyiapkan makan siang, ku putuskan untuk meminta bantuan  Abdan sambil mengajak ngobrol. Sambil memotong tempe, Abdan dan aku membicarakan macam-macam. Dari ngobrol macam-macam, terbetik dibenakku untuk membahas tentang tujuan hidup. Topik agak berat untuk umur 7 tahun, tetapi ya coba saja. Kalau belum paham, diulang lagi lain kali. Lagipula memang topik ini menurutku memang harus diulang-ulang, untuk mengingatkan sekaligus pendalaman materi ;-).

Aku memulai dengan pertanyaan, “Tahu ga kakak kalau kakak itu hidup di dunia punya tujuan?” Abdan menggeleng. Lalu dia bertanya, “Oh.. tujuan itu mission ya bunda, kaya yang di PS (Play Station)?” Wah, aku tidak menyangka mendapatkan sisi baik dari PS untuk memudahkan pembicaraan ini :-P. Aku menjawab, “Iya betul. Nah, tujuan kakak dan semua manusia itu kata Allah untuk menjadi hamba Allah. Ada tuh di Quran, kata Allah tidak Kuciptakan manusia dan jin melainkan  untuk menjadi hambaKu. Bagaimana sih  menjadi hamba Allah? Ya dengan mengikuti petunjuk Allah. Apa sih petunjuk Allah itu? Al Quran dan sunnah Rosul itu petunjuknya. Kan kakak tahu, kalau kakak main PS pasti kakak baca dulu kan apa sih missionnya, trus bagaimana sih caranya supaya mission berhasil. Sama aja, Al Quran juga begitu, ngasih petunjuk. Nah, kalau mau tahu petunjuknya, berarti kita harus bisa baca Quran kan. Nah itu, tujuan kakak belajar Iqro, supaya kakak bisa baca Quran. Nah, karena Quran bahasa Arab, kakak kan susah ngertinya. Nah, tugas kakak yang kedua, belajar bahasa Arab. Jadi kakak ngerti Qurannya. Coba kalau kakak ga ngerti, mana bisa tahu mana yang benar atau salah”. Abdan lalu menimpali, “Iya ya bun, nanti bisa mission failed ya…” :-D.

Pembicaraan tentang tujuan hidup hanya terbatas sampai disitu. Sepanjang membahas hal itu sebenarnya seringkali Abdan tidak fokus, tiba-tiba meloncat membahas hal lain yang kadang tidak nyambung dengan apa yang sedang dibahas. Biarlah, yang penting pintu gerbang sudah dibuka. Nanti tinggal dilanjutkan lagi ;-). Kan memang harus diulang dan harus ada pendalaman materi. Untuk saat ini mudah-mudahan ada yang nempel sedikitlah. Atau kalau tidak, ya.. pengulangan sambil pendalaman materi hehehehe… :-D.

foto dari sini

Advertisements

Recomended Book : Quick and Fun Games for Kids, Kumpulan Permainan Yang menyenangkan untuk Anak

Standard
buku quick games

cover depan buku

Saya menemukan buku ini di toko buku bekas langganan dengan harga Rp. 14.000. Buku ini karangan Grace Jasmine yang diterbitkan oleh penerbit Bookmarks Surabaya. Buku ini terdiri dari 2 buku, Buku I dengan tema Permainan Dalam Ruangan dan Buku II dengan tema Permainan di Luar Ruangan. Sayang sekali di toko buku yang ada cuma buku I saja. Saya tertarik karena saya bukan tipe orang yang bisa secara spontan membuat permainan untuk anak-anak. Buku ini membantu sekali, karena memberikan contoh permainan yang bisa dilakukan didalam rumah. Permainan dalam buku ini dibagi kedalam sub-sub bab per ruangan, yaitu :

  • Permainan di Dapur
  • Permainan di Kamar Mandi
  • Permainan di Ruang Makan
  • Permainan Bebas
Setiap sub bab permainan terdiri dari 12-20 ide permainan. Ada permainan yang memerlukan peralatan yang harus disiapkan sebelumnya, ada pula permainan yang menggunakan apa yang ada dirumah.

Salah satu permainan yang sudah saya coba adalah “Tebak di Ruangan Manakah Aku”. Dalam permainan ini, kita memberikan ciri-ciri ruangan yang akan di tebak oleh anak. Contoh : Di ruangan ini ada sikat gigi, ada sabun, juga ada shampo. Di ruangan manakah aku? Awalnya saya yang memberikan tebak-tebakan, setelah beberapa lama bergantian anak saya yang memberikan tebak-tebakan dan saya yang menjawab. Saya juga mencoba memodifikasi permainannya dengan tebakan-tebakan “Tempat Apakah Ini”. Misalnya : tempat ini banyak sekali pasir, ada angin yang banyak, ada ombak dan air yang asin.. tempat apakah ini?

Berikut beberapa foto dari dalam buku tersebut :

daftar permainan di dapur

daftar permainan di dapur

daftar permainan di kamar mandi

Daftar permainan di kamar mandi

Belajar di Rumah Terstruktur : Hari 1

Standard

Kemarin adalah hari pertama penerapan homeschooling yang lebih terstruktur bagi Aisha. Terstruktur dalam arti sudah ada kurikulum yang kami coba ikuti dalam rentang waktu tertentu dengan materi-materi yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk kurikulum, saat ini aku mencoba kurikulum preschool dari Talibiddeen.Jr. Bahan-bahan ajarnya juga aku ambil dari situ. Untuk kurikulum preschool perminggunya bisa di download di sini. Sebenarnya tadinya aku ingin menggunakan kurikulum kindergartennya, tapi aku lihat untuk Aisha masih kurang sesuai. Aku khawatir dia terlalu kaget dan tidak bersemangat kalau menemui kesulitan di awal seperti ini. Untuk sementara ini, tujuannya agar Aisha lebih percaya diri dengan belajarnya, sehingga menimbulkan semangat.

Alasan aku memilih homeschool yang lebih terstruktur adalah Aisha kelihatan sudah ingin “sekolah”. Ingin sekolah dalam arti sepertinya dia sudah ingin menulis dibuku dan mengerjakan tantangan soal berhitung, maupun mengerjakan yang lain secara tertulis. Aku lihat juga sebenarnya  dia sudah bisa diam tenang dan tekun mengerjakan sesuatu. Seringkali dia menyodorkan buku matematika kelas 1 bekas kakak Abdan, dan meminta mengerjakan soal-soal disitu. Aku selalu pilihkan soal-soal yang bergambar dan hanya sebatas berhitung sederhana agar dia tidak merasa kesulitan. Seringkali jika sudah mengerjakan satu set soal, aku tawarkan untuk diteruskan besok lagi karena khawatir dia akan terlalu bosan. Begitu juga jika kami belajar membaca Iqro cukup satu halaman sekali baca, kadang jika dia sudah bosan kami hentikan saja ditempat dimana dia ingin berhenti. Aku mencoba berhati-hati karena memang penekanan untuk pembelajaran seusia Aisha titik beratnya belum disitu.

Pilihan kurikulum jatuh kepada Talibideen. Jr karena yang pertama materinya full dengan materi keislaman. Apalagi materi awalnya tentang mengenal Allah. Materi yang aku sangat sependapat untuk diperkenalkan pertama kali kepada anak-anakku. Karena memang tujuan akhir pendidikan di keluarga kami adalah Insya Allah agar kami bisa menjalankan apa yang telah di perintahkan Allah dalam Al Quran. Maka dari itu mengenal Allah adalah hal pertama dan terpenting. Yang kedua, di  Talibideen. Jr di terangkan secara terperinci dan detail tentang teknis cara mengajar dan mempersiapkan bahan. Hal ini yang membuat aku sangat terbantu untuk memahami materi yang ada, cara mengajarkannya dan persiapan bahan-bahan mengajar lainnya. Untuk hari pertama kemarin, aku masih mengikuti sama persis dengan yang ada dikurikulum tersebut. Untuk hari ini, rasanya aku ingin menambahkan satu buku yang sudah kami punya, tapi relevan dengan tema minggu ini. Buku seri Thank You Allah terbitan Dar! Mizan berjudul Alhamdulillah, Allah Menciptakan Api karangan Iwan Yuswandi dan Nur Cililia. Mungkin dari situ akan aku coba kembangkan ke science yang berkaitan dengan api, atau yang lainnya. Walaupun sebenarnya aku ingin sekali agar bulan ini ada bahasan tentang haji dan Iedul Adha karena sesuai dengan bulannya. Apalagi Nenek sedang pergi haji, sehingga aku pikir pas sekali jika tema itu kami pelajari bulan ini. Mungkin nanti aku akan berusaha untuk “mengaitkan” sehingga temanya ada sub bahasan tentang haji dan Iedul Adha. Oh iya, karena kemarin aku baru mendapat link murottal anak di http://english.islamway.com, aku mencoba untuk memperdengarkannya surat An Nasr ke Aisha. Sebenarnya semua mendengarkan sih, karena di putar di Windows Media Player dan disambungkan ke speaker. Jadi Aqilla yang menyangka itu lagu juga ngikut-ngikut menutur, hehehe… Pastinya belum jelas kata-kata yang keluar dari mulutnya :). Menurut aku, murottal ini lebih menarik karena formatnya ada seorang guru yang membaca surat tersebut, lalu sekumpulan anak-anak mengikutinya ayat-per ayat. Jadi membuat kita yang mendengarkan ingin ikut menutur mengikuti pembacaannya. Untuk Aisha, aku agak terkejut juga melihat perkembangannya. Dalam beberapa jam memutar murottal surat An Nasr tersebut dia sudah mengikuti beberapa kata. Pagi ini aku putar lagi, Aisha sudah mengikuti  satu surat walaupun ada beberapa kata yang masih salah. Alhamdulillah.. 🙂 Mungkin nanti aku mau coba apakah Aisha bisa membacanya tanpa mengikuti murottal tersebut.

Untuk hari pertama, pelajarannya adalah Language Art dan Islamic Studies. Untuk Language Arts kita mempelajari tentang kata “Allah”. Alhamdulillah Aisha sepertinya tidak menemukan kesulitan berarti. Dia sudah bisa mencapai target pelajaran hari itu diantaranya mengenali huruf-huruf apa saja yang membentuk nama Allah dalam bahasa Indonesia, terdiri dari berapa buah huruf, dan bisa menuliskannya. Pertama aku menuliskan kata Allah di buku gambarnya dengan spidol besar, lalu mengatakan ini adalah tulisan Allah. Huruf-hurufnya terdiri dari A, l, l, a, h. Aku coba menunjukkan masing-masing huruf lalu meminta Aisha menyebutkan huruf-hurufnya. Lalu aku membuat kartu-kartu yang berisi masing-masing huruf yang menghimpun nama Allah. Aku membuatnya dari karton bekas sereal. Fotonya seperti ini :

kartu huruf dan penampakan belakang

Lalu aku membuat worksheet yang isinya sekumpulan kata-kata yang diawali dengan huruf A, terdiri dari beberapa kata Allah dan beberapa kata yang lain. Tugas Aisha adalah melingkari kata Allah didalam worksheet tersebut. Penampakan worksheetnya seperti ini :

Worksheet kata "Allah"

untuk yang membutuhkan softcopy dari worksheet di atas, bisa di download disini.

Islamic Studies membahas tentang Allah Tuhanku. Memberi pengertian bahwa Allah adalah Tuhan. Tuhan itu apa sih? Tuhan adalah yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu. Aku menerangkan kepada Aisha bahwa Allah Tuhan kita yang menurunkan hujan, memberi panas, dan menciptakan seisi dunia. Aku minta Aisha menyebutkan hewan apa saja yang diciptakan Allah, buah apa saja yang diciptakan Allah, dsb. Aku juga membuat kartu besar, bekas karton sereal juga bertuliskan Allah, Tuhan, Ku, dan Allah Tuhanku. Jadi terdiri dari 4 kartu. Tujuannya untuk mengenalkan kata Tuhan, juga memperkenalkan penyusunan kalimat Allah Tuhanku. Untuk yang terakhir ini aku belum sempat mengajarkan kemarin, karena baru buat 2 kartu karton serealnya habis :).  Jadi, mungkin hari ini akan kami coba. Penampakan kartu sebelum dipotong seperti ini :

Kartu Kalimat Allah Tuhanku

Demikianlah cerita hari pertama. Aku berharap kami bisa konsisten mengerjakan ini dan tentu saja mengerjakan dengan gembira. Selain itu kami juga sambil menilai apakah bentuk dan kurikulumnya cocok dengan kami. Kalau tidak, ya tentu saja sangat fleksibel untuk ditambah atau dikurangi atau bahkan berubah total, hehehe… 😀

RIP Steve Jobs

Standard

I’m convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle. – Steve Jobs –

 

 

Praktek Masak : Puding Karamel

Standard

Ih... pudingnya yummy..

Yesterday was lazy friday. Sampai siang rumah masih berantakan, belum ada semangat buat bersih-bersih. Dari pagi masih anteng duduk di depan komputer, browsing-browsing, baca-baca. Asyik mantengin milis NCC, eh ketemu resep puding karamel yang di posting mba Umi. Bahannya komplit ada dirumah, cara pembuatannya pun mudah. Tutup mata dulu ah dari berantakannya rumah, ayo kita terjun ke dapur demi puding karamel yang bikin ngiler itu hihihihi… :D.

Ini nih resepnya mba Umi dari milis NCC :

Puding Karamel

Bahan A
1 gelas gula pasir
8 btr telur
1/2 sdt garam
Vanili secukupnya
1 liter susu UHT
2 sdm maizena
1 sdm terigu cap segi tiga

Bahan B
1 gelas gula pasir
3 sdm air

Cara buat
Panaskan dandang yg di isi air hingga mendidih, dengan tutup yg di bungkus serbet.
Bahan B di masak di atas api sampai gula menjadi karamel lalu taruh di pinggan thn panas dan masukan ke dlm dandang.
Campur gula pasir, telur, garam, vanili hingga gula larut saja masukan 800 ml susu sisihkan, campur 200 ml susu dengan maizena dan terigu lalu masukan lg ke adonan telur, lalu masukan adonan ke dlm pinggan thn panas yg di dlm dandang sambil di saring, lalu masak dgn api kecil selama 30 mnt, setelah matang angkat puding lalu kerat keliling pinggir puding agar karamel naik keatas, lalu masukkan kulkas, setelah dingin potong2 dan hidangkan.

Rasanya.. maknyus suranyus, lembuuut bangetttt… manstap surantap hehehe… :D. Senengnya bisa nyobain resep ini. Asyik, jadi nambah lagi nih koleksi resep favorit. 🙂

*bikin posting sambil menikmati lembutnya puding karamel :D*