[moments] Pelukan Itu, Nak…

Standard

JpegPeristiwa yang bikin nyessss hati itu digariskan Allah terjadi hari ini.

Saya bangun sebelum subuh untuk menyiapkan sahur kakak Abdan. Alhamdulillah ini sudah hari ke-4 Abdan puasa syawal. Dia puasa sendiri tidak ada yang menemani. Adik-adiknya belum pernah puasa sunnah karena masih terlalu kecil. Saya sedang haid, otomatis tidak bisa ikutan. Alhamdulillah ada satu teman sekolahnya yang puasa syawal juga.

Saya membawa sepiring nasi dgn lauk telur ceplok goreng + teh hangat menuju kamar anak-anak.

“Ka, bangun.. sahur dulu” sambil menyodorkan piring nasi dan teh. Abdan langsung bangun, seraya melihat menu sahur yang dibawakan untuknya. “Sini deh bunda..” dia meminta saya mendekat. Saya mendekat lalu duduk disampingnya. Dia lalu memeluk sambil berkata, “Terima kasih ya bun..”  nyesssss… hangat rasanya hati ini… #emakmewek “Sama-sama kakak, Bunda doain supaya kakak selalu bertaqwa dan jadi anak sholeh” #sambilnahanmewek

This is one of precious moments yang terjadi di kehidupan emak-emak. Salah satu momen yang bikin pe-de, ternyata ada lah sesuatu yang rasanya sudah bener gitu dalam mendidik anak. Tambahan lagi karena saya yang menghandle anak-anak dirumah sehari-harinya, ge-er gitu kalau itu adalah hasil jerih payah saya. Sungguh berbeda rasanya ketika anak-anak masih lebih banyak di handle neneknya dulu ketika saya masih kerja. Rasanya kalau ada sesuatu yang baik yang dilakukan anak-anak rasanya kreditnya itu lebih pantas buat neneknya, karena saya tahu neneknya lebih memegang peranan dalam sehari-harinya anak-anak.

Sekali lagi nyesss emak-emak karena moment semacam itu memang rizki yang tak ternilai dari Allah. Sungguh-sungguh selalu merindukan moment seperti itu sepanjang hayat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tattimush shalihat😊

Selipan Cinta Post-it

Standard

Beberapa hari ini saya sedang mencoba satu cara katakan cinta. Cara yang lebih eksplisit untuk menyatakan rasa sayang kepada anak-anak. Tapi sebenarnya tujuannya tidak hanya sekedar rasa sayang dan cinta saya. Harapan saya juga memupuk rasa cinta dan sayang kami kepada Allah dan Rasul-Nya.

JpegSetiap hari, saya harus menyiapkan bekal sekolah untuk anak-anak. Di tempat makan masing-masing anak saya tempelkan pesan tulisan tangan saya, sebagai surprise buat anak-anak. Tulisan itu ditulis di kertas post-it sehingga lebih mudah di tempel. Tadinya saya hanya ingin menuliskan sesuatu tentang mereka saja, apa yang mereka akan pelajari hari itu, atau sesuatu tentang apa yang terpikir saat itu tentang anak-anak. Tapi saya ingat, di facebook saya sering bersliweran hadist-hadist yang diposting oleh islampos. Banyak hadist yang di posting hadist-hadist yang sudah sering saya baca, hadist-hadist yang populer. Tapi ada hadist-hadist yang baru saya baca dari posting islampos tersebut, hadist-hadist yang jarang beredar. Setiap saya temukan hadist yang semacam itu saya simpan dalam bentuk foto capture. Cita-cita saya ingin membuat hiasan di rumah yang berisi hadist-hadist tersebut. Saya pikir, salah satu cara saya menyampaikan ajaran rasulullah bisa melalui pesan post-it tersebut dengan menuliskan hadist tersebut beserta pesan cinta saya.

Pesan post-it kepada Aisha ttg berenang

Pesan post-it kepada Aisha ttg berenang

Jadi setiap hari saya tuliskan hadist yg ingin saya sampaikan di pesan post-it tersebut. Setiap anak mendapat pesan yang berbeda. Kadang berkaitan dgn agenda pelajaran anak-anak hari itu. Misalkan ketika Aisha ada jadwal berenang di sekolah, maka saya tuliskan tentang sunnah rasulullah tentang berenang. Atau bisa juga ketika saya temukan hadist yang menarik, maka saya tuliskan tentang hadist tersebut.

JpegReaksi anak-anak? Ada hari ketika mereka berkata mereka senang membaca pesan post-it tersebut, bahkan berusaha untuk melakukannya. Seperti ketika saya menuliskan tentang salah satu cara bersyukur kepada Allah dengan diberi rizki makanan adalah dengan berbagi, Abdan melakukannya dengan membagi bekal snack-nya kepada teman-temannya, sedangkan Aisha berusaha bersyukur dengan menghabiskan makanannya dan tidak menyisakannya karena tidak mau membuang makanan. Ada hari juga ketika mereka sama sekali tidak bercerita apa-apa tentang pesan post-it.

Harapan saya, semoga saya berhasil “menyentuhkan” ajaran Allah dan Rasulnya kepada anak-anak, seraya menyemangati untuk menerapkannya di kegiatan sehari-hari mereka.

Curhat kepada Allah ya nak..

Curhat kepada Allah ya nak..

[moments] Kuburan dan Sholat Subuh di Musholla

Standard

Jika akan ke musholla dekat rumah, Abdan biasanya melewati kompleks kecil kuburan keluarga milik tetangga kami. Di kompleks kuburan ini ada sekitar +/- 10-15 kuburan. Letaknya persis dibelakang rumah kami. Jadi, kalau kami membuka pintu belakang, sudah terlihat pemandangan kuburan-kuburan tersebut. Terus terang seumur hidup saya tinggal disini, tidak pernah saya temui kejadian yang aneh-aneh. Walaupun seingat saya semasa kecil kalau saya melewatinya, sering saya tergesa berlari, karena saya takut mendengar cerita ini itu tentang kuburan tersebut dari teman-teman. Atau seringkali sepulang mengaji sore bareng teman-teman, kami lari serempak ketika melewati kuburan tersebut. Kalau sekarang sih, hampir tiap malam buta mesti ke dapur, yg letaknya temboknya bersebelahan persis dgn kompleks kuburan tersebut, untuk mengambil susu Aqilla. Bahkan orang dewasa pun agak enggan lewat jalan tersebut kalau malam, lebih memilih melewati jalan raya untuk ke musholla, walaupun jadi lebih jauh. Yah.. image kuburan lah yaa…

Makanya saya agak terkesima ketika Abdan selalu sholat berjama’ah di musholla melewati jalan tersebut. Entah sholat ashar, magrib, isya bahkan subuh, Abdan berjalan ke musholla. Kadang bersama ayahnya jika ayahnya sudah pulang kerja, atau sendirian. 2 hari berturut-turut kemarin karena ayahnya sedang ke luar kota, abdan berjalan sendirian ke musholla untuk sholat subuh berjama’ah.

Memang saya tidak pernah cerita apa-apa tentang kompleks kuburan itu, jadi abdan ya ga tahu apa-apa. Ya memang ga pernah ada apa-apa juga 😀. Kebetulan juga disini anak seumuran abdan sedikit sekali dan Abdan tidak mengaji di musholla dekat sini, jadi dia juga hampir tidak pernah mendengar cerita apa-apa dari kawan-kawan dirumah. Padahal masih sering saya dengar derap kaki anak-anak tetangga berlari karena ketakutan ketika melewati jalan itu jika mereka akan pergi ke musholla untuk mengaji.

Masya Allah, Alhamdulillah… salah satu rejeki yang patut disyukuri.

[Moments] Rutinitas Aqilla

Standard
salah satu lembaran rutinitas

salah satu lembaran rutinitas

Sebenarnya rutinitas Aqilla sudah berjalan beberapa minggu ini, bersamaan dengan berlakunya program rutinitas untuk kakak-kakaknya. Tapi saya belum sempat membuat daftarnya. Setelah membuat untuk kakak-kakaknya, ketika itu tidak cukup waktu untuk membuat daftar rutinitas untuk Aqilla. Tanpa daftar rutinitas, terlihat Aqilla kurang menyadari apa-apa yang seharusnya dilakukan sehari-hari.  Mudah-mudahan dengan daftar Rutinitas Harian, Aqilla lebih semangat melakukan rutinitas sehari-hari.

[moments] Program Cuci Baju Mandiri

Standard
Pemandangan indah di pagi hari 😁

Pemandangan indah di pagi hari 😁

Pagi ini disuguhi pemandangan kakak Abdan yang khusyu menjemur baju hasil cuciannya sendiri itu rasanya Masya Allah… 😊

JpegProgram ini adalah salah satu hasil kesepakatan meeting keluarga yang lalu. Sebenarnya berdasarkan jadwal ada hari-hari tertentu jadwal Aisha dan Abdan mencuci baju. Tapi selama program ini berjalan, seringkali meleset menjadi mencuci hanya 1x perminggu.

JpegKetika program cuci baju mandiri sudah disepakati, saya membeli 3 buah keranjang baju dengan 3 warna berbeda. Masing-masing anak memilih keranjang dengan warna yang disukai. Setiap mereka selesai mandi, baju kotor harus ditaruh di keranjang baju masing-masing. Ketentuan ini ada di dalam Tata Laksana Mandi yang saya tempel di depan pintu kamar mandi, sehingga anak-anak tidak lupa. Di hari yang sudah ditentukan untuk mencuci baju (Aisha jadwalnya hari selasa, kamis, jum’at, Abdan berbeda hari) dimulailah training cara menggunakan mesin cuci. Untuk anak-anak yang belum terlalu tinggi untuk meraih sesuatu, disediakan kursi kecil. Seperti misalnya Aisha kesulitan meraih baju yang ada di bagian dasar tabung mesin cuci, maka Aisha berdiri di kursi kecil untuk meraihnya.

Aisha sedang mengambil cucian bajunya utk di peras

Aisha sedang mengambil cucian bajunya utk di peras

Tadinya saya pikir saya akan membuatkan petunjuk pemakaian mesin cuci untuk anak-anak supaya jika mereka lupa tinggal membaca saja. Tapi ternyata setelah beberapa kali mencuci mereka sudah bisa mengoperasikannya dengan baik.

Setelah selesai proses mencuci, dilanjutkan dengan training menjemur baju. Di contohkan bahwa baju harus dibalik, posisi menjemur baju yang besar, dimana menjemur pakaian dalam, dsb.

JpegTantangannya memang saya harus selalu mengingatkan jadwal, mengingatkan kesepakatan agar program berjalan lancar. Saya juga tidak terlalu menuntut hasil dari yang dikerjakan. Kalau masih kotor ya saya bantu untuk dicuci ulang. Kadang kalau saya lihat anak-anak sedang tanggung melakukan sesuatu (karena biasanya cuci baju ini disambi melakukan pekerjaan lain), maka kadang saya ikut membantu. Misalnya ketika mesin cuci sudah berhenti berputar, saya membantu menekan tombol untuk membuang air. Yang sering sih saya menjadi alarm untuk mengingatkan jika mesin cuci sudah berhenti berputar, atau ketika sudah saatnya mengisi air untuk membilas, dsb.

Program cuci baju mandiri ini sudah berjalan untuk Abdan, 11 th dan Aisha, 8th. Walaupun Aqilla sudah saya siapkan keranjang baju kotor sendiri, tapi biasanya masih saya yang mencucikan karena Aqilla baru 5 tahun. Tapi Aqilla sebenarnya sudah antusias mencuci baju sendiri, jadi kadang ketika ia sedang antusias saya biarkan ia mencuci baju, tentu saja dengan bantuan saya. Untuk Aqilla yang saya berusaha biasakan adalah selalu menaruh baju kotor di keranjang bajunya, dan menjemur bajunya sendiri setelah saya selesai mencucikan. Kadang jikalau sedang tidak mau, ya saya biarkan saja. Tapi menaruh baju kotor di keranjang bajunya sendiri sudah dilakukan konsisten oleh Aqilla.

[moments] Aqilla Playdate Bareng Dengan Anak-Anak K’Super

Standard
Prakarya

Prakarya

Sudah 2 minggu ini, setiap hari kamis, Aqilla ikutan playdate bersama kumpulan anak-anak K’Super di Mesjid UI, Depok. K’Super singkatan dari Komunitas Suka Pendidikan Rumah, adalah salah satu komunitas homeschool di Depok.

Jalan-jalan di Taman Perpus UI

Jalan-jalan di Taman Perpus UI

Kamis minggu yang lalu, kegiatannya mendengarkan dongeng tentang ulat oleh kakak Mutia. Kamis minggu ini bermain bareng dan membuat prakarya yang diasuh oleh salah satu pengurus K’Super, tante Gina.

Ini adalah pengalaman baru untuk kami. Dan nampaknya Aqilla butuh waktu untuk beradaptasi dengan teman dan lingkungan barunya. Dia lebih suka “menempel” kepada saya ketika melakukan kegiatan yang ada. Sebagian kegiatan ia ikuti dengan antusias, sebagian lagi butuh dorongan dari emak agar Aqilla mau ikutan. Memang Aqilla seperti itu, selalu butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

JpegUntuk saya, komunitas ini membantu sebagai wadah untuk bisa ngobrol dengan sesama ortu pelaku home education/homeschool, saling berbagi pengalaman dan saling sharing tentang tantangan-tantangannya. Mudah-mudahan bisa lebih membesarkan hati untuk lebih pede lagi, sesuatu yang rasa-rasanya kurang ketika menghomeschoolkan aisha dulu.

 CYMERA_20150322_001555